
Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, pada hari Kamis mengatakan bahwa kurangnya data resmi inflasi selama penutupan pemerintah "menegaskan" kehati-hatiannya untuk tidak memangkas suku bunga lebih lanjut.
"Saya lebih condong ke, ketika keadaan tidak jelas, mari kita sedikit berhati-hati dan memperlambat," kata Goolsbee dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Para pembuat kebijakan The Fed mengandalkan data swasta dan survei serta penjangkauan mereka sendiri untuk mengukur arah perekonomian, sementara data ekonomi resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja dan lembaga-lembaga AS lainnya terhenti sementara selama penutupan pemerintah federal yang kini menjadi rekor terlama.
Setelah The Fed memangkas suku bunga acuan minggu lalu untuk bulan kedua berturut-turut, Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan ia merasa kurangnya data pemerintah dapat menjadi alasan untuk memperlambat, seperti yang biasa dilakukan seseorang ketika "berkendara dalam kabut."
Goolsbee mengatakan The Fed masih memiliki akses ke berbagai data pribadi mengenai kondisi pasar kerja, termasuk estimasi dua mingguan terbaru dari bank sentralnya sendiri mengenai tingkat pengangguran, yang pada hari Kamis menunjukkan tingkat pengangguran kemungkinan naik tipis pada bulan Oktober menjadi 4,4%, tertinggi dalam empat tahun.
Estimasi tersebut, dan sebagian besar indikator pasar tenaga kerja lain yang tersedia, menunjukkan adanya "stabilitas yang tinggi di pasar kerja," kata Goolsbee, seraya menambahkan, "jika pasar kerja mulai memburuk, kita akan segera melihatnya."
Sumber data inflasi di luar data resmi jauh lebih sedikit, ujarnya, dan mencatat bahwa tepat sebelum pemerintah berhenti menerbitkan data ekonomi, statistik telah menunjukkan peningkatan inflasi.
"Jika inflasi mulai memburuk, kita tidak akan mendapatkan pengamatan yang menunjukkan hal itu," kata Goolsbee. "Hal itu memperkuat kehati-hatian saya terhadap pemotongan suku bunga secara mendadak dan berasumsi bahwa inflasi yang telah kita lihat dalam tiga bulan terakhir akan hilang."(Cay)
Sumber: Investing.com
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...